Tuesday, 23 August 2016

Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor bank




 Apa itu gelombang harmonik

Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan frekuensi dasarnya. Hal ini disebut frekuensi harmonik. Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang murni/aslinya sehingga terbentuk gelombang cacad yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang hormoniknya. Dalam gambar dibawah ini Anda bisa melihat visualisasi gelombang harmonik.


erbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor
12/27/2008  HaGe  11 komentar

Sebelum membahas tentang perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari Daya Semu, Daya Aktif dan Daya Reaktif.

Dalam sistem listrik AC/Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu:
• Daya semu (S, VA, Volt Amper)
• Daya aktif (P, W, Watt)
• Daya reaktif (Q, VAR, Volt Amper Reaktif)

Untuk rangkaian listrik AC, bentuk gelombang tegangan dan arus sinusoida, besarnya daya setiap saat tidak sama. Maka daya yang merupakan daya rata-rata diukur dengan satuan Watt,Daya ini membentuk energi aktif persatuan waktu dan dapat diukur dengan kwh meter dan juga merupakan daya nyata atau daya aktif (daya poros, daya yang sebenarnya) yang digunakan oleh beban untuk melakukan tugas tertentu.

Sedangkan daya semu dinyatakan dengan satuan Volt-Ampere (disingkat, VA), menyatakan kapasitas peralatan listrik, seperti yang tertera pada peralatan generator dan transformator. Pada suatu instalasi, khususnya di pabrik/industri juga terdapat beban tertentu seperti motor listrik, yang memerlukan bentuk lain dari daya, yaitu daya reaktif (VAR) untuk membuat medan magnet atau dengan kata lain daya reaktif adalah daya yang terpakai sebagai energi pembangkitan flux magnetik sehingga timbul magnetisasi dan daya ini dikembalikan ke sistem karena efek induksi elektromagnetik itu sendiri, sehingga daya ini sebenarnya merupakan beban (kebutuhan) pada suatu sistim tenaga listrik.
 

klik gambar di samping untuk simulasi........
Pengertian Faktor Daya / Faktor Kerja

Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan daya semu/daya total (VA), atau cosinus sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total (lihat gambar 1). Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya akan menjadi lebih rendah. Faktor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu.

Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki faktor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistim pendistribusian. Sehingga, dengan beban yang terinduksi dan jika faktor daya berkisar dari 0,2 hingga 0,5, maka kapasitas jaringan distribusi listrik menjadi tertekan. Jadi, daya reaktif (VAR) harus serendah mungkin untuk keluaran kW yang sama dalam rangka meminimalkan kebutuhan daya total (VA).

Faktor Daya / Faktor kerja menggambarkan sudut phasa antara daya aktif dan daya semu. Faktor daya yang rendah merugikan karena mengakibatkan arus beban tinggi. Perbaikan faktor daya ini menggunakan kapasitor.

Kapasitor untuk Memperbaiki Faktor Daya



Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.

Sebuah contoh yang memperlihatkan perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor ditunjukkan dibawah ini:

Contoh 1. Sebuah pabrik kimia memasang sebuah trafo 1500 kVA. Kebutuhan parik pada mulanya 1160 kVA dengan faktor daya 0,70. Persentase pembebanan trafo sekitar 78 persen (1160/1500 = 77.3 persen). Untuk memperbaiki faktor daya dan untuk mencegah denda oleh pemasok listrik, pabrik menambahkan sekitar 410 kVAr pada beban motor. Hal ini meningkatkan faktor daya hingga 0,89, dan mengurangi kVA yang diperlukan menjadi 913 kVA, yang merupakan penjumlahan vektor kW dankVAr. Trafo 1500 kVA kemudian hanya berbeban 60 persen dari kapasitasnya. Sehingga pabrik akan dapat menambah beban pada trafonya dimasa mendatang. (Studi lapangan NPC)


Contoh 2. Sekelompok lampu pijar dengan tegangan 220V/58 W, digabungkan dengan 12 lampu TL 11 W, ada 30 buah lampu pijar dan lampu TL. Faktor daya terukur sebesar cos alpha1= 0,5. Hitunglah daya semu dari beban dan besarnya arus I1 sebelum kompensasi, Jika diinginkan faktor kerja menjadi cos alpha2=0,9. hitung besarnya arus I2 (setelah kompensasi).
a) Besarnya daya lampu gabungan
PG = (58 W x 18) + (11 W x 12) = 1176 watt = 1,176 kW
Cos phi1 = PG/S1 ->> S1 = Pg/Cos phi1 = 1,176kW/0,5 = 2,352 kVA.
I1 = S1/U = 2,352 kVA/220 V = 10,69 ampere (A)--> sebelum kompensasi
b) besarnya daya setelah kompensasi (cos phi = 0,9)
S2 = PG/Cos phi2 = 1,176 kW/0,9 = 1,306 kVA
maka I2 = S2/U= 1,306 kVA/220 V = 5,94 A --> setelah kompensasi

Keuntungan Perbaikan Faktor Daya dengan Penambahan Kapasitor

Keuntungan perbaikan faktor daya melalui pemasangan kapasitor adalah:
1. Bagi Konsumen, khususnya perusahaan atau industri:
• Diperlukan hanya sekali investasi untuk pembelian dan pemasangan kapasitor dan tidak ada biaya terus menerus.
• Mengurangi biaya listrik bagi perusahaan, sebab:
(a) daya reaktif (kVAR) tidak lagi dipasok oleh perusahaan utilitas sehingga kebutuhan total(kVA) berkurang dan
(b) nilai denda yang dibayar jika beroperasi pada faktor daya rendah dapat dihindarkan.
• Mengurangi kehilangan distribusi (kWh) dalam jaringan/instalasi pabrik.
• Tingkat tegangan pada beban akhir meningkat sehingga meningkatkan kinerja motor.

2. Bagi utilitas pemasok listrik
• Komponen reaktif pada jaringan dan arus total pada sistim ujung akhir berkurang.
• Kehilangan daya I kwadrat R dalam sistim berkurang karena penurunan arus.
• Kemampuan kapasitas jaringan distribusi listrik meningkat, mengurangi kebutuhan untuk memasang kapasitas tambahan.


METODA PEMASANGAN INSTALASI KAPASITOR

            
Cara pemasangan instalasi kapasitor dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pemasangan Global atau terfokus dalam satu tempat
Dengan metode ini kapasitor dipasang di Panel Utama Tegangan Rendah (PUTR ) Atau LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel)  .Arus yang turun dari pemasangan model ini hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Sedangkan arus yang lewat setelah MDP tidak turun dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. Terlebih instalasi tenaga dengan penghantar yang cukup panjang Delta Voltagenya masih cukup besar.

2. Pemasangan Sektoral
Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP. Cara ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP (Main Distribution Panel ) dan SDP (sub distribution panel)  cukup berjauhan.




3. Pemasangan Individual
Dengan metoda ini kapasitor langsung dipasang pada masing masing beban khususnya yang mempunyai daya yang besar. Cara ini sebenarnya lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. Namun ada kekurangan nya yaitu harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor tersebut sehingga mengurangi nilai estetika. Disamping itu jika mesin yang dipasang sampai ratusan buah berarti total cost yang di perlukan lebih besar dari metode diatas

Demikian semoga membantu........

Friday, 19 August 2016

MANUAL PENGOPERASIAN DSE86**&DSE72**

                 MENGOPERASIAKAN  
   
    DSE 72** & DSE 86** 



Salam teknik

Bagi para engginer atau operator pasti engak asing dengan  yang satu ini madul
Sangat membantu dalam pengoperasian mengontrol genset ,unit maupun kontrol beban
Namun sangking canggihnya, saya sampai binggung soalnya ngk ada intruksi manual maupun training
mulai dari sini ,saya merasa perlunya berbagi soalnya saya merasakan rasanya  gimana rasanya
pusingnya bila menghadapi trobel. Dan untuk kordinasi binggung  soalnya masih belum Femiliar
Di Bawah akan saya bahas tentang pengoperasian berikut manual dan pengoperasian dll...


BERIKUT FUNGSI DARI MASING MASING TOMBOL””!!! 


      1 .      Tombol ini berfungsi sebagai RESET sekaligus mematikan ( off )
             System dalam pengoperasian di tandai dengan menyalanya lamp indikasi 
            
2 .    Tombol ini berfungsi sebagai Manual mode pengoperasian
       Di pergunakan Bila operator ingin menjalankan system dengan mode manual saja
       Semisal  pemansan genset atau pengetesan system  Dll .. di tandai dengan 
        menyalanya lamp indikasi 
       
3 .   Lampu indikasi bila system sudah ON sudah tersambung ke 
       System distribusi PKG Dan siap untuk pembebanan
      
4.    Tombol ini berfungsi sebagai AUTO Mode dalam pengoperasian 
       Di pergunakan bila Operator menginginkan pengoperasian secara Auto
       Ditandai dengan menyalanya lampu indikasi
       
   1. Contoh bila operator  Tidak stanby di ruang kontrol Pada saat terjadi pemadam
           PLN atau Pembangkit yg beroperasi ,maka system dengan sendirinya akan
           Merespon seketika terjadi pemadaman dengan menyalakan atau menjalankan
           Prosedur yg sudah di set sebelumnya yaitu menghidupkan sisitem
           dengan sendirinya atau AUTO MODE


1     5.    Tombol ini berfungsi untuk MERESET ALARAM bila terjadi alaram 
          pada sistrem karena terjadiny Traublesout pada system ( Atau kegagalan system)


6.  Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan ON running sistem genset 
        Mode manual untuk operasianal manual atau mentenace

7 .  Tombol ini berfungsi sebagai ON LOAD  Atau informasi bila beban sudah siap untuk
        Di distribusikan ATAU Singkron sistem..Ditandai dengan menyalanya
        lamp indikasi bila lamp Sudah menyala Mengindikasikan sistem
        suadah masuk atau ON LOAD 
   

 
8.    Tombol ini berfungsi sebagai OFF LOAD Atau pemutus beban bila kita memutus
           Beban yg sudah terdistribusi ke sistem

               1. Misal waktu singkron sistem 
               2. Waktu pemutusan beban karena masalah teknis atau nonteknis

               3. Disarankan dalam mode manual atau maumematikan genset atau sistem 
                 . Bila sistem dalam keadaan ON LOAD Agar memutus beban Atau OFF LOAD  
                   Terlebih dahulu 
                 . Sebelum Mematikan (OFF ) Egine genset atau sistem di panel PKG 
                 . PKG ( Panel Kontrol GENSET )

UNTUK fungsi yg lain akan saya bahas di artikel selanjutnya 


SEMOGA BERMANFAAT 
Jangan lupa komenya